Mikrobiologi Rhizosfer

ACARA : II

PENDAHULUAN

  1. Judul : Mikrobiologi Rhizosfer
  2. Latar Belakang

Mikroorganisme memiliki peranan yang sangat penting bagi tanaman, terutama berguna untuk membantu penyerapan unsur hara dalam tanah. Pemupukan terhadap tanaman yang dilakukan para petani yang semakin lama semakin banyak membuktikan bahwa tanah kurang responsif terhadap penambahan pupuk. Hal itu disebabkan karena kurangnya bahan organik dan mikroorganisme tanah sebagai pengurainya. Untuk itu diperlukan mikroorganisme lokal (MOL) yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk maupun dekomposer untuk pembuatan kompos. Larutan MOL dapat dibuat dari bahan organik alami yaitu dengan memanfaatkan limbah dari rumah tangga atau tanaman di sekitar lingkungan misalnya sisa-sisa tanaman seperti bonggol pisang, gedebong pisang, buah nanas, jerami padi, sisa sayuran, nasi basi, dan lain-lain. Larutan MOL mengandung hara mikro, makro dan bakteri yang berpotensi sebagai dekomposer, perangsang tumbuhan, agens pengendali hama / penyakit dan pestisida organik terutama sebagai fungisida.

MOL mempunyai fungsi beranekaragam tergantung dari bahannya. Salah satu bahan organik yang dapat dijadikan MOL adalah bonggol pisang. MOL bonggol pisang berfungsi sebagai pengurai saat pembuatan kompos.

  1. Tujuan

Praktikum ini bertujuan agar mahasiswa mengetahui jenis mikrobia dan dapat mengisolasi mikrobia menjadi biakan murni serta mampu membuat pupuk organik dan dekomposer.

METODE

  1. Alat dan Bahan

Adapun alat yang digunakan pada praktikum ini adalah ember plastik berukuran 10 L, selang akuarium berukuran 100 cm, pisau, timbangan, dan isolasi. Sedangkan bahan yang digunakan diantaranya bonggol pisang sebanyak 500 gr, molase 75 ml, dan air cucian beras 5 L.

  1. Cara Kerja

Bonggol pisang yang dibawa dipotong kecil-kecil sekitar 1-2 cm lalu ditimbang sebanyak 500 gram dan dimasukkan ke dalam ember plastik. Kemudian ditambahkan molase sebanyak 75 ml dan air cucian beras sebanyak 5 L dan diaduk hingga homogen. Ember tersebut kemudian ditutup rapat dengan menggunakan isolasi hingga tidak ada udara di dalamnya. Lalu difermentasi selama 14 hari. Setelah 14 hari proses fermentasi, larutan diambil sebanyak 1 ml dan ditanam pada media nutrient agar, lalu diinkubasikan selama 48 jam dengan suhu 37 oC. Setelah itu diamati pertumbuhan koloni mikrobianya dan hasilnya dicatat.

HASIL DAN PEMBAHASAN

  1. Hasil

Dari percobaan yang dilakukan diperoleh hasil sebagai berikut :

Tabel Hasil Keanekaragaman Bakteri pada Bonggol Pisang

Koloni Bentuk Tepian Elevasi Warna
1 Curled Erose Raised Putih susu
2 Circulair Undulate Raised Kuning
3 Circulair Entire Effuse Putih susu
4 Curled Erose Raised Kuning
5 Amoeboid Erose Effuse Keruh
6 Rhizoid Fimbriate Convex regose Putih agak bening
  1. Pembahasan

Mikroorganisme lokal (MOL) adalah kumpulan mikroorganisme yang bisa diperbanyak yang berfungsi sebagai starter dalam pembuatan kompos organik. Larutan MOL adalah larutan hasil fermentasi yang berbahan dasar dari berbagai sumber daya yang tersedia setempat.  Larutan MOL mengandung unsur hara mikro dan makro dan juga mengandung bakteri yang berpotensi sebagai perombak bahan organik, perangsang pertumbuhan, dan sebagai agen pengendali hama dan penyakit tanaman, sehingga MOL dapat digunakan baik sebagai dekomposer, pupuk hayati dan sebagai pestisida organik terutama sebagai fungisida. Bahan utama dalam larutan  MOL teridiri dari 3 jenis komponen, antara lain :

  1. Karbohidrat : air cucian beras, nasi bekas, singkong, kentang dan gandum.
  2. Glukosa : cairan gula merah, cairan gula pasir, air kelapa/nira
  3. Sumber bakteri : keong mas, buah-buahan misalnya tomat, pepaya, dan kotoran hewan (Purwasasmita, 2009).

MOL dapat digunakan langsung disemprotkan ke tanaman dalam meningkatkan kesuburan tanaman.dan juga dalam meningkatkan kesuburan tanah. MOL dapat langsung dimanfaatkan tanaman karena sudah berupa larutan. MOL dapat digunakan dalam proses penguraian pengomposan. Misalnya, pengomposan pupuk kandang ayam dan pupuk kandang sapi karena MOL mengandung bakteri pengurai di dalam larutannya (Pranata, 2004).

Peran MOL dalam kompos, selain sebagai penyuplai nutrisi juga berperan sebagai komponen bioreaktor yang bertugas menjaga proses tumbuh tanaman secara optimal (Pirngadi, 2009). MOL bonggol pisang mengandung hormon yang berfungsi sebagai zat perangsang tumbuhan untuk lebih memacu perkembangan sel-sel tanaman, seperti giberellin, sitokinin dan auksin. Selain itu, dalam MOL bonggol pisang juga mengandung beberapa mikroorganisme yang berguna bagi tanaman yaitu Rhizobium sp, Azospirillium sp, Azotobacter sp, Pseudomonas sp, Bacillus sp, dan bakteri pelarut phospat (Sari, dkk, 2012).

Bakteri Rhizobium bermanfaat bagi tanaman setalah bersimbiosis dengan akar tanaman dari keluarga Leguminosae yang membentuk nodula (bintil) akar. Bakteri Rhizobium yang keluar ini memiliki beberapa ciri atau karakteristik koloni, diantaranya: berlendir, diameternya kecil, berwarna putih, merah dan cembung. Azospirillum adalah bakteri yang hidup di daerah perakaran tanaman. Bakteri ini berkembang biak terutama pada daerah perpanjangan akar dan pangkal bulu akar. Makroskopis koloni berwarna kuning bulat dengan elevasi konveks dan tepi rata merupakan ciri khas dari genus Azospirillum. Azotobacter spp. dapat mengikat N2 dari udara secara bebas. Koloni Azotobacter berkembang cukup cepat dan mempunyai ciri khusus yang memungkinkan untuk dikenali. Secara visual Azotobacter dapat dikenal dengan ciri-ciri: koloni kecil dan banyak, mengkilap, biasanya mempunyai permukaan yang datar dengan sedikit cekung di bagian tengah, seperti susu dan kelihatan bening. Bentuk koloni bakteri Bacillus sp umumnya berupa circular, elevasi berupa effuse, tepi koloni berupa lobute, warna putih kekuningan, dan kenampakan permukaan koloni agak kasar. Bakteri – bakteri tersebut terlibat dalam penambatan N2 dan penyedia unsur hara untuk tanaman disekitar perakaran. Azotobacter, Azospirillum dan Mikrob Pelarut Fosfat merupakan mikrob yang menguntungkan dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman (Anonim, 1994).

Prinsip pembuatan pupuk organik dengan bakteri pengurai (dekomposer) adalah mengubah limbah organik menjadi pupuk organik melalui aktifitas biologis decomposer pada kondisi yang terkontrol sehingga proses penguraian dapat dilakukan dengan sempurna dan menghasilkan nutrisi serta senyawa organik yang dibutuhkan bagi tanaman. Dengan penambahan MOL dapat mempercepat proses pengomposan (Isroi, 1994).

Pada praktikum ini, bahan yang digunakan untuk membuat larutan MOL adalah bonggol pisang, air cucian beras, dan molase. Bonggol pisang berfungsi sebagai sumber biakan yang mengandung unsur N dan P. Air cucian beras berfungsi sebagai sumber karbohidrat bagi bakteri. Molase berfungsi sebagai sumber glukosa untuk energi bagi bakteri. Ketiga bahan tersebut dimasukkan ke dalam ember plastik yang ditutup rapat. Tujuan penutupan ini, agar MOL yang dibuat tidak kemasukan lalat atau serangga lainnya yang dapat mengganggu proses fermentasi. Bagian atas ember diberi lubang yang diberi selang dan disalurkan pada botol bekas air mineral yang berisi air. Tujuan dari perlakuan ini adalah agar suhu/panas dan gas yang dihasilkan dalam proses pembuatan MOL ini disalurkan lewat selang tersebut ke dalam botol untuk mengetahui proses fermentasi yang sedang berlangsung.

Setelah proses fermentasi selama 2 minggu, cairan MOL tersebut ditanam pada media nutrient agar selama 48 jam di inkubator dengan suhu 37 oC dan diperoleh 6 koloni mikrobia.

Gambar 1. Hasil koloni Mikroba dari MOL Bonggol Pisang pada Media NA

Keenam koloni di atas termasuk koloni bakteri yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut. Koloni 1 berbentuk curled, dengan tepian erose, elevasi raised, dan berwarna putih susu. Koloni 2 berbentuk circulair, dengan tepian undulate, elevasi raised, dan berwarna kuning. Koloni 3 berbentuk circulair, dengan tepian entire, elevasi effuse, dan berwarna putih susu. Koloni 4 berbentuk curled, dengan tepian erose, elevasi raised, dan berwarna putih susu. Koloni 5 berbentuk amoeboid, dengan tepian erose, elevasi effuse, dan berwarna keruh. Koloni 6 berbentuk rhizoid, dengan tepian fimbriate, elevasi convex regose, dan berwarna putih agak bening.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil percobaan di atas diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut.

  1. Larutan MOL dapat dibuat dengan bahan organik sederhana yaitu bonggol pisang, air cucian beras, dan molase.
  2. Pupuk organik dan dekomposer dapat dibuat dari MOL bonggol pisang melalui proses fermentasi.
  3. Isolasi mikrobia dari larutan MOL menghasilkan 6 koloni mikroba berupa bakteri pengikat nitrogen (N2) di udara.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 1994. Mikroorganisme Tanah dan Pertumbuhan Tanaman. Edisi ke 2.  Terjemahan Herawati Susilo. Jakarta: UI Press.

Isroi. 1994. Peranan mikrobiologi tanah dalam meningkatkan ketersediaan hara. Kyusei Nature Farming Societies. Vol: OS/IKNFS/II. Jakarta.

Pirngadi K., 2009.  Peran Bahan Organik dalam Peningkatan Produksi Padi Berkelanjutan Mendukung Ketahanan Pangan Nasional.  Majalah Pengembangan Inovasi Pertanian 2. Hal : 48-64

Pranata, Ayub.S. 2004. Pupuk Organik Cair dan Mikro Organisme Lokal. Jakarta: PT Agromedia Pustaka. Hal 216.

Purwasasmita, M. 2009. Mikroorganisme Lokal Sebagai Pemicu Siklus Kehidupan. Dalam Bioreaktor Tanaman. Seminar Nasional Teknik Kimia Indonesia, 19-20 Oktober 2009.

Sari, Diana Novita., Kurniasih, Surti., Rostikawati, Teti. 2012. Pengaruh Pemberian Mikroorganisme Lokal (MOL) Bonggol Pisang Nangka Terhadap Produksi Rosela (Hibiscus sabdariffa l). http://ejournal.unpak.ac.id. Program Studi biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pakuan Bogor.

Semoga postingan ini dapat membantu dan memberikan informasi seperlunya bagi para pembaca. Kritik dan saran atas penulisan dan blog ini sangat diharapkan. Matur thank you. God Bless🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s