Morfologi Algae

 DASAR TEORI

Algae termasuk mikroorganisme eukariotik. Mereka umumnya bersifat fotosintetik dengan pigmen fotosintetik hijau (klorofil), biru kehijauan (fikobilin), coklat (fikosantin), dan merah (fikoeritrin). Secara morfologi, algae ada yang berbentuk uniseluler dan ada pula yang multiseluler tetapi belum ada pembagian tugas pada komponen sel-selnya. Algae uniseluler (mikroskopik) dapat betul-betul berupa sel tunggal, atau tumbuh dalam bentuk rantaian atau filamen. Ada beberapa jenis algae yang sel-selnya membentuk koloni, misalnya pada Volvox, koloni terbentuk dari 500-60.000 sel. Koloni-koloni inilah yang dapat dilihat dengan mata biasa. Algae multiseluler (makroskopik) mempunyai ukuran besar sehingga dapat dilihat dengan mata biasa. Algae makroskopik biasanya mempunyai berbagai macam struktur khusus. Beberapa jenis algae mempunyai struktur yang disebut hold fast yang mirip dengan sistem perakaran pada tanaman. Fungsinya adalah untuk menempelnya algae pada batuan atau substrat tertentu. Hold fast tidak dapat digunakan untuk menyerap air atau nutrien (Anonim, 2010).

Menurut Pleczar (1989), Algae berukuran beragam dari beberapa mikrometer sampai bermeter-meter panjangnya. Organisme ini mengandung klorofil serta pigmen- pigmen lainnya. Algae hidup di air. Algae renik yang terapung-apung merupakan bagian dari fitoplankton (flora laut tersuspensi). Dan berguna sebagai sumber makanan yang penting bagi organisme lain. Algae berkembangbiak secara seksual. Algae mempunyai peranan dalam kehidupan yaitu sebagai suplemen makanan kesehatan, sebagai bahan makanan, untuk membuat agar-agar, menghasilkan iodium, bahan membuat kapsul, dan bahan membuat es krim.

Algae termasuk golongan tumbuhan berklorofil dengan jaringan tubuh yang secara relatif tidak berdiferensiasi, tidak membentuk akar batang dan daun. Tubuh Algae atau ganggang secara keseluruhan  disebut dengan talus ganggang dan golongan Thallopyta yang lain dianggap sebagai bentuk tumbuhan rendah yaitu tumbuhan yang mempunyai hubugan kekeluargaan yang sangat erat dengan organisme lain yang paling primitif dan mulai muncul pertama di bumi sifat tumbuhan rendah yang memiliki stuktur yang kompleks, diperkirakan terdapat sekitar 30.0000 spesies ganggang yang tumbuh  di bumi, kebanyakan diantaranya hidup dilaut, species yang hidup  diair tawar kelihatannya mempunyai arah perkembangan yang lebih leluasa, jika dibandingkan dengan bentuk yang hidup di darat (Tjitrosoepomo, 1983).

Algae tidak memerlukan sistem transport nutrien dan air, karena nutrien dan air dapat dipenuhi dari seluruh sel algae. Struktur khusus yang lain adalah bladder atau pengapung, yang berguna untuk menempatkan algae pada posisi tepat untuk mendapatkan cahaya maksimum. Tangkai atau batang pada algae disebut stipe, yang berguna untuk mendukung blade, yaitu bagian utama algae yang berfungsi mengabsorbsi nutrien dan cahaya (Anonim, 2010).

Menurut Ciremai (2008), bahwa sampai permulaan abad 20 telah dikenal 4 kelas Algae, yaitu Chlorophyceae, Phaeophyceae, Rhodophyceae dan Myxophyceae (Cyanophyceae). Menurut Nontji (1981), Chlorophyceae merupakan kelompok terbesar dari vegetasi Algae. Perbedaan dengan divisi lainnya karena memiliki warna hijau yang jelas seperti pada tumbuhan tingkat tinggi karena mengandung pigmen klorofil a dan klorofil b lebih dominan dibangkan karotin dan xantofil. Hasil asimilasi dari beberapa amilum, penyusunnya sama seperti pada tumbuhan tingkattinggi yaitu amilose dan amilopektin. Algae berperan  sebagai produsen dalam ekosistem. Berbagai jenis Algae yang hidup bebas di air terutama yang tubuhnya bersel satu dan dapat bergerak aktif merupakan penyusun fitoplankton. Sebagian besar fitoplankton adalah anggota Algae hijau, pigmen klorofil yang demikian efektif melakukan fotosintesis sehingga Algae hijau merupakan produsen utama dalam ekosistem perairan.

Algae hijau sebagian besar hidup di air tawar, beberapa di antaranya di air laut dan air payau. Algae hijau yang hidup di laut tumbuh di sepanjang perairan yang dangkal. Pada umumnya melekat pada batuan dan seringkali muncul apabila air menjadi surut. Sebagian yang hidup di air laut merupakan mikro Algae seperti Ordo Ulotrichales dan Ordo Siphonales. Jenis yang hidup di air tawar biasanya bersifat kosmopolit, terutama yang hidup di tempat yang cahayanya cukup seperti kolam, danau, genangan air hujan, dan pada air mengalir (air sungai, selokan). Algae hijau ditemukan pula pada lingkungan semi akuatik yaitu pada batu-batuan, tanah lembab, dan kulit batang pohon yang lembab (Taylor, 1960).

Menurut Volk and Wheeler (1993), algae yang menguntungkan bagi kehidupan manusia adalah :

  1. Pembebas energi, banyak terdapat pada divisi Chlorophyta yang memiliki klorofil.
  2. Penyusun biomassa
  3. PST (Protein Sel Tunggal) contohnya divisi chlorophyta yaitu Chlorella sp.
  4. Pengolahan limbah.
  5. Pembuat agar, contohnya divisi Rhodophyta marga Gelidium.
  6. Pembuat makanan, contohnya divisi Rhodophyta marga Poriphyra untuk pembuatan sushi.
  7. Penghasil O2 yaitu kemampuannya sebagai organisme autotrof, namun hanya algae yang mempunyai klorofil yang mampu berfotosintesis divisi chlorophyta

Algae yang merugikan kehidupan manusia adalah : (Volk and Wheeler, 1993).

  1. Blooming algae. Merupakan salah satu peranan merugikan dari algae dimana suatu ekosistem air terjadi peledakan biomassa algae yang dapat menutupi perairan sehingga organisme dibawahnya tertutup cahaya matahari khususnya produsen sehingga tidak dapat melakukan fotosintesis
  2. Penyebab penyakit, contohnya di Amerika Serikat disebut dengan istilah “Pasang Merah”, oleh divisi pyrrophyta (genus Gymnodium dan Gonyaulaz) yang menyebabkan keracunan, kelumpuhan hingga kematian.

PEMBAHASAN

Tumbuhan algae merupakan tumbuhan talus yang hidup di air, baik air tawar maupun air laut, dan selalu menempati habitat yang lembab atau basah. Alga menyimpan hasil kegiatan fotosintesis sebagal hasil bahan makanan cadangan didalam selnya. Sebagal contoh adalah alga hijau yang dapat menyimpan pati seperti pada tumbuhan tingkat tinggi \

Alga adalah organisme berkloroplas yang dapat mneghasilkan oksigen mclalui proses fotosintesis. Ukuran alga beragam dan beberapa micrometer sarnpai beberapa meter panjangnya. Alga tersebar luas di alam dan dijumpai hanipir di segala macam lingkungan yang terkena sinar matahari

Kebanyakan alga adalah organisme akuatik yang tumbuh pada air tawar atau air laut. Beberapa jenis alga fotosintetik yang menggunakan CO sebagai sumber karbon dapat tumbuh dengan baik di tempat gelap (lengan mcnggunnkun senyawa organic sebagai sumber karbon, jadi bcrubah dan metabol isme fotosintesis menjad I metabolisme pernafasan dan perubahan mi bergantung pada keberadaan matahari.

Alga memiliki sel-sel kloroplas yang berwarna hijau. mengandung kiorofil a dan b serta karcionoid. Pada kloroplas terdapat pirenoid hasil asimilasi berupa tepung dan lemak. Cloropyceae terdiri atas scI kecil yang merupakan koloni berbentuk benang yang bercabang-cabang atau tidak adapula yang membentuk koloni yang menyerupai kormus tumbt ban tingkat tiriggi. Biasanyan hidup dalarn air tawar, menempatkan suatu bentos. Yang bersel besar dan ada pula yang hidup di air laut, terutama dekat pantai.

Berdasarkan percobaan yang dilakukan, didapat beberapa jenis alga yaitu Astasia klebsi, Chlorococum humicola, Gonatozygon kinahan, Closteriopsis longissima, dan Ceralium hirundinella.

  1. Astasia klebsi
Divisi   :           Euglenophycota

Kelas   :           Euglenophyceae

Bangsa:           Euglenales

Suku    :           Euglenaceae

Marga  :           Astasia

Jenis    :           Astasia klebsi

Astasia berbentuk spindle dengan panjang 50-59 mikron dan lebar 13-20 mikron. Bintik mata tidak terlihat. Butiran paramylon berbentuk telur. Merupakan mahluk hidup bersel satu yang mirip hewan karena tidak berdinding sel dan mempunyai alat gerak berupa flagel sehingga dapat bergerak bebas. Mirip tumbuhan karena memiliki klorofil dan mampu berfotosintesis. Hidup di air tawar, dalam tanah dan tempat lembab, Cara berkembang biak yaitu dengan membelah diri yang disebut pembelahan biner.

  1. Chlorococum humicola
Division   :       Thallophytha

Class         :      Chloropycaeae

Ordo         :      Chlorococcales

Family      :      Chlorococcaceae

Genus       :      Chlorococum

Species     :      Chlorococum humicola

 

Chlorococum humicola

Algae ini merupakan ganggang hijau yang masuk dalam bangsa chlorococcales. Ciri khusus yang dimiliki oleh bangsa ini adalah sel-sel vegetatifnya tidak memiliki bulu cambuk jadi tidak bergerak, mempunyai satu inti dan satu kloroplas. Mereka merupakan satu koloni yang bentuknya bermacam-macam, dan tidak lagi mengadakan pembelahan sel yang vegetatif. Perkembangbiakan dengan zoospora yang mempunyai bulu cambuk yang dinamakan aplanospora. Pembentukan koloni telah dimulai sejak organisme berupa zoo- atau aplaospora. Bentuk koloni yang spesifik untuk tiap-tiap jenis ini segera terbentuk setelah spora keluar darisel induknya, bahkan ada yang selagi spora masih dalam sel induknya.

Division   :       Thallophytha

Class         :      Bacillariophyceae

Ordo         :      Centrales

Genus       :      Gonatozygon

Species     :      Gonatozygon kinahan

 

  1.  Gonatozygon kinahan

Alga jenis ini biasanya tedapat pada air tawar, air asin serta pada tanah lembab. Alga ini juga termasuk jenis diatom yang uniseluler. Setiap satu selnya mengandung satu nucleus yang nyata serta plastid-plastid yang  masih berbentuk pita atau lensa kecil.untuk perkembangbiakan seksual, suatu sel vegetatif mengadakan pembelahan rediksi sehingga terbentuk 4 inti yang haploid. Tiga diantaranya binasa, sehingga tinggl satu inti saja yang lalu merupakan inti telur dan seluruhnya sekarang merupakan oogonium. Pada sel lainnya, ke 4 inti yang haplorid itu tetap da akhirnya dari satu sel vegetatif terbentuk spermatozoid, jadi dalam hal ini satu sel vegatatif menjadi anteredium. Setelah tutup sel membuka, spermatozoid dapat bergerak bebas menujuke suau oogonium. Setelah terjadi pembuahan, zigot lalu membentuk kulit dari pectin, kedua inti sel kelamin besatu dan akhirnya keluarlah aukspora, tumbuh menjadi besar, dan melepaskan diri dari selubung oogoiumnya.

  1.  Closteriopsis longissima
Divisi   :           Chlorophyta

Kelas   :           Chlorophyceae

Bangsa            :           Chlorococcales

Suku    :           Oocystaceae

Marga  :           Closteriopsis

Jenis    :           Closteriopsis longissima

  1. Ceratium hirundinella
Divisi  : Pyrrophycophyta

Kelas  :  Dinophyceae

Bangsa : Gonyaulacales

Suku    : Ceratiaceae

Marga  : Ceratium

Jenis     : Ceratium hirundinella

Dari beberapa algae yang diamati, ditemukan beberapa persamaan dan perbedaan. Persamaannya adalah organisme uniseluler, hidup pada habitat air tawar, melakukan fotosintesis karena memiliki klorofil. Perbedaannya adalah masing-masing algae tersebut memiliki ukuran dan bentuk sel yang berbeda-beda.

Algae mempunyai beberapa keuntungan dan kerugian bagi kehidupan manusia.

1.  Algae yang menguntungkan yaitu:

  1. Pembebas energi, banyak terdapat pada divisi Chlorophyta yang memiliki klorofil.
  2. Penyusun biomassa
  3. PST (Protein Sel Tunggal) contohnya divisi chlorophyta yaitu Chlorella sp.
  4. Pembuat makanan, contohnya divisi Rhodophyta marga Poriphyra untuk pembuatan sushi.
  5. Penghasil O2 yaitu kemampuannya sebagai organisme autotrof, namun hanya algae yang mempunyai klorofil yang mampu berfotosintesis divisi chlorophyta.

2. Algae yang merugikan yaitu :

  1. Blooming algae. Merupakan salah satu peranan merugikan dari algae dimana suatu ekosistem air terjadi peledakan biomassa algae yang dapat menutupi perairan sehingga organisme dibawahnya tertutup cahay matahari khususnya produsen sehingga tidak dapat melakukan fotosintesis
  2. Penyebab penyakit, contohnya di Amerika Serikat disebut dengan istilah “Pasang Merah”, oleh divisi pyrrophyta (genus Gymnodium dan Gonyaulaz) yang menyebabkan keracunan, kelumpuhan hingga kematian.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2010. Algae. http://blog.unila.ac.id/wasetiawan/files/2010/01/ALGAE-rev-01.pdf / 20 Februari 2011.
Ciremai. 2008. Biologi Laut. Gramedia. Jakarta.
Notji, A. 1981. Biologi Laut Nusantara. Djambatan. Jakarta.
Plezar, M. J. 1989. Dasar-Dasar Mikrobiolgi. UI Press. Jakarta.
Taylor. 1960. Biologi. Ganeca Exact. Bandung.
Tjitrosoepomo, G. 1983. Taksonomi Tumbuhan Obat-Obatan. UGM Press. Yogyakarta.
Volk dan Wheeler. 1993. Dasar- Dasar Mikrobiologi. Erlangga. Jakarta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s