Viskosimeter

DASAR TEORI

Viskositas adalah ukuran kekentalan suatu cairan ( fluida ) yang terjadi karena adanya gaya gesek antara molekul-molekul yang menyusun suatu fluida. Fluida terdiri dari zat cair dan zat gas. Pada zat cair viskositas disebabkan karena adanya gaya kohesi atau gaya tarik menarik antara molekul yang sejenis. Sedangkan dalam zat gas viskositas disebabkan tumbukan antara molekul. Fluida yang lebih cair akan lebih mudah mengalir daripada fluida yang kental. Tingkat kekentalan fluida juga bergantung pada suhu. Semakin tinggi suhu, semakin kurang viskositas fluida cair. Sedangkan pada fluida gas semakin tinggi suhunya maka makin kental. (Anekchieftein, 2010).

Satuan Sistem Internasional (SI) untuk koofisien viskositas adalah Ns/m2 = Pa.s (pascal sekon). Satuan CGS (centimeter gram sekon) untuk koofisien viskositas adalah dyn.s/cm2 = poise (P). Viskositas juga sering dinyatakan dalam sentipoise (cP). 1 cP = 1/100 P. Satuan poise digunakan untuk mengenang seorang Ilmuwan Perancis, almahrum Jean Louis Marie Poiseuille (San, 2009).

Viskometer adalah sebuah alat untuk menentukan resistensi (viskositas) dari suatu cairan. Prinsip operasi DV-E adalah untuk memutar sebuah kumparan (yang terendam dalam fluida)through a calibrated spring. melalui dikalibrasi spring. The viscous drag of the fluid against the spindle is measured by the Menyeret viskos fluida terhadap spring yang diukur olehspring deflection. defleksi spring. Spring deflection is measured with a rotary transducer which provides a torque Defleksi spring diukur dengan menggunakan rotary transduser yang menyediakan torsisignal. sinyal. The measurement range of a DV-E (in centipoise or milliPascal seconds) is determined byPengukuran jangkauan DV-E (disentipoise atau milliPascal detik) ditentukan oleh the rotational speed of the spindle, the size and shape of the spindle, the container in which thekecepatan rotasi spindel, ukuran dan bentuk spindel.

DV-E terdiri dari, DV-E Viscometer,3) Spindle Set with Case (4 spindles for LVDV-E ; 6 Spindles for RV, HA and HBDV-E) . set spindle (4 spindle untuk LVDV-E dan 6 spindle untuk RV, HA dan HBDV-E), power cord dan leg guard (LVDV-E dan RDVD-E (Anonim, 2009).

Jenis-jenis viskosimeter :

1.      Viskosineter Bola Jatuh

Berdasarkan persamaan hukum Stokes

2.      Viskosimeter Ostwald

Berdasarkan persamaan hukum Poiseuille (Anekchieftein, 2010).

Gambar 1. DV-E Viscometer Brookfield

Faktor-faktor yang mempengaruhi viskositas suatu bahan, ialah:

a. Suhu

Viskositas dan suhu memiliki perbandingan terbalik, dimana semakin tinggi suhu maka viskositas dari bahan tersebut akan semakin tinggi.

b. Konsentrasi

Biasanya terjadi hubungan langsung non-linier antara konsentrasi dan viskositas suatu larutan pada suhu tertentu. Semakin besar konsentrasi suatu bahan maka viskositasnya semakin besar.

c. Tekanan

Viskositas pada bahan pangan tidak terlalu dipengaruhi oleh tekanan.

d. Berat molekul

Terjadi hubungan langsung non-linier antara berat molekul dan viskositas larutan pada konsentrasi yg sama (Riyanselina, 2009).

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil

Tabel Hasil Sentrifugasi

No

Sampel

Spindel (no)

CP

TOR (%)

1

Sunlight

4

1130

56,5

2

Greenlite

2

374,4

93,6

3

Aquades

2

11,2

2,8

4.2.  Pembahasan

Viskositas adalah resistensi atau ketidakmampuan suatu bahan untuk mengalir bila dikenai gaya. Gaya yang dimaksud adalah gaya irisan (shearing stress) yaitu gesekan yang tumbul karena hasil perubahan cairan yang disebabkan adanya resistensi berlawanan yang diberikan cairan tersebut. Semakin besar nilai viskositas suatu zat cair maka semakin besar pula kekentalan cairan tersebut. Secara umum viskositas terdapat pada zat alir (fluida) seperti zat cair dan gas . Alat pengukur viskositas suatu cairan disebut viskosimeter. Satuan Sistem Internasional ( SI ) untuk koefisien viskositas adalah Ns/m2 = Pa.s (pascal sekon). Satuan CGS ( centi gram sekon ) untuk koefisien viskositas adalah dyn.s/cm2 = poise ( P ). Viskositas juga sering dinyatakan dalam sentipoise ( cP ). 1cP = 1/100 P.

Pengukuran viskositas pada percobaan ini menggunakan viskosimeter dengan seri brookfield DV-E Viscometer. Prinsip operasi DV-E adalah untuk memutar sebuah kumparan (yang terendam dalam fluida)through a calibrated spring. melalui dikalibrasi spring.  Defleksi spring diukur dengan menggunakan rotary transduser yang menyediakan torsisignal. sinyal. Pengukuran jangkauan DV-E (disentipoise atau milliPascal detik) ditentukan oleh the rotational speed of the spindle, the size and shape of the spindle, the container in which thekecepatan rotasi spindel, ukuran dan bentuk spindel. DV-E terdiri dari, DV-E Viscometer,3) Spindle Set with Case (4 spindles for LVDV-E ; 6 Spindles for RV, HA and HBDV-E) . power cord dan leg guard (LVDV-E dan RDVD-E, set spindle (4 spindle untuk LVDV-E dan 6 spindle untuk RV, HA dan HBDV-E), semakin kecil nomor spindel, ukurannya akan semakin besar dan Cp yang diperoleh akan semakin kecil.

Gambar 2. Viskosimeter dan bagian-bagiannya

Spindel adalah salah satu komponen viskosimeter yang digunakan untuk mengukur kekentalan suatu sampel. Semakin kecil ukuran spindel, kekentalan suatu sampel semakin besar (kental). Sebaliknya, semakin besar ukuran spindel yang digunakan, kekentalan suatu sampel semakin kecil. Ukuran spindel dari terkecil sampai terbesar yaitu spindel no. 7, 6, 5, 4, 3, 2, 1. Kecepatan spindel dalam mengukur sampel dinyatakan dalam TOR (%). Kecepatan yang digunakan dalam praktikum in adalah 100 rpm.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kekentalan adalah:

a. Suhu

Viskositas dan suhu memiliki perbandingan terbalik, dimana semakin tinggi suhu maka viskositas dari bahan tersebut akan semakin tinggi.

b. Konsentrasi

Biasanya terjadi hubungan langsung non-linier antara konsentrasi dan viskositas suatu larutan pada suhu tertentu. Semakin besar konsentrasi suatu bahan maka viskositasnya semakin besar.

c. Tekanan

Viskositas pada bahan pangan tidak terlalu dipengaruhi oleh tekanan.

d. Berat molekul

Terjadi hubungan langsung non-linier antara berat molekul dan viskositas larutan pada konsentrasi yang sama.

Prinsip kerja dari alat viskosimeter adalah suatu cairan yang akan diukur konsentrasinya ditempatkan dulu dalam gelas ukur, kemudian dipilih spindel yang sesuai dengan zat yang diukur. Dalam memilih spindel digunakan metode trial and error(memilih salah satu yang pas), kemudian alat dihidupkan dan hasil viskositasnya dapat langsung di baca. Dalam percobaan ini digunakan aquades, sunlight dan greenlite sebagai sampel dan untuk mengukurnya digunakan viskosimeter. Spindel yang paling cocok untuk sampel sunlight adalah spindel no. 4, sedangkan aquades dan greenlite spindel no. 2. Nilai Cp yang diperoleh sunlight yaitu 1130 dengan TOR 56,5 %. Pada greenlite diperoleh Cp sebesar 374,4 dengan TOR 93,6 %. Sedangkan pada aquades, nilai Cpnya sebesar 11,2 dengan TOR yang didapat sebesar 2,8 %. Dari hasil tersebut diketahui bahwa dari ketiga sampel yang memiliki tingkat kekentalan paling tinggi berturut-turut adalah sunlight, greenlite, kemudian aquades. Hal ini dapat dilihat dari ukuran spindel yang digunakan, semakin kecil ukuran spindel yang dipakai, tingkat kekentalan suatu zat semakin besar.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2009. DV-E. www.brookfieldengineering.com. 19 November 2010.
Anekchieftein. 2010. Viskositas. http://anekchieftein.blogspot.com. 19 November 2010.
San, 2009. Viskositas. http://www.gurumuda.com. 19 November 2010.
Riyanselina, J. 2009. Viskositat Bahan Pangan. http://jesikariyanselina.blogspot.com. 19 November 2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s