Suhu Tubuh Manusia

Tujuan Praktikum        : Mempraktekkan pengunaan thermometer klinis
Mengetahui suhu tubuh manusia pada beberapa bagian  tubuh

METODE

A. Alat :

  1. thermometer klinis
  2. stopwatch
  3. palu

B. Bahan :

  1. alkohol 70%
  2. kapas
  3. air
  4. gelas
  5. baskom
  6. es batu

C. Cara Kerja

  1. Termometer klinis dibersihkan dengan menggunakan alkohol 70 %.
  2. Termometer klinis dimasukkan ke dalam mulut probandus (di bawah lidah) dengan 3 perlakuan, mulut tertutup selama 10 menit dan mulut terbuka selama 5 menit.
    1. Angka yang terbaca pada termometer klinis dicatat.
    2. Air raksa pada termometer diturunkan sampai 35°C dan dibersihkan dengan menggunakan alkohol 70%.
    3. Probandus berkumur dengan air es selama 5 menit.
    4. Termometer klinis dimasukkan ke dalam mulut probandus (di bawah lidah) selama 5 menit dengan keadaan tertutup.
    5. Angka yang terbaca pada termometer klinis dicatat.
    6. Air raksa pada termometer diturunkan sampai 35°C dan dibersihkan dengan menggunakan alkohol 70%.
    7. Termometer dibersikan dan dikeringkan.
    8. Termometer klinis dimasukkan ke ketiak probandus selama 5 menit.
    9. Angka yang terbaca pada termometer klinis dicatat.

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil

Tabel Hasil Suhu Tubuh

No.

Perlakuan

Suhu

1

Mulut tertutup 10 menit

37,3°C

37,2°C

2

Mulut terbuka 5 menit

36,9°C

37,1°C

3

Fossa axilaris 5 menit

36,5°C

36,1°C

4

Mulut berkumur air es 5 menit

36,3°C

36,2°C

 

B. Pembahasan

Manusia seperti mamalia lain adalah homoioterm, artinya manusia mampu mengatur keseimbangan pembentukan dan pengeluaran panas. tubuh diatur oleh suatu organ susunan syaraf pusat yaitu Hypotalamus melalui sistem umpan balik yang rumit. Bagian belakang hipotalamus merupakan pusat pengatur suhu tubuh yang bertugas meningkatkan produksi panas dan mengurangi pengeluaran panas. Bila Hypotalamus bagian belakang menerima informasi suhu luar lebih rendah dari suhu tubuh, maka pembentukan panas ditambah dengan meningkatkan metabolisme dan aktivitas otot dengan cara menggigil dan pengeluaran panas dengan pembuluh darah kulit mengecil dan pengurangan produksi keringat. Hal ini menyebabkan suhu tubuh tetap dipertahankan normal. Namun sebaliknya, Hypotalamus bagian depan merupakan pusat pengatur suhu tubuh yang bertugas mengeluarkan panas. Bila Hypotalamus bagian depan menerima informasi suhu lebih tinggi dari suhu tubuh, maka pengeluaran panas ditingkatkan dengan pelebaran pembuluh darah kulit dan menambah produksi keringat (Fadilah, 2009).

Tubuh manusia merupakan organ yang mampu menghasilkan panas secara mandiri dan tidak tergantung pada suhu lingkungan. Tubuh manusia memiliki seperangkat sistem yang memungkinkan tubuh menghasilkan, mendistribusikan, dan mempertahankan suhu tubuh dalam keadaan konstan. Panas yang dihasilkan tubuh sebenarnya merupakan produk tambahan proses metabolisme yang utama. Adapun suhu tubuh dihasilkan dari :

1. Laju metabolisme basal (basal metabolisme rate, BMR) di semua sel tubuh.

2. Laju cadangan metabolisme yang disebabkan aktivitas otot (termasuk kontraksi otot akibat menggigil).

3. Metabolisme tambahan akibat pengaruh hormon tiroksin dan sebagian kecil hormon lain, misalnya hormon pertumbuhan (growth hormone dan testosteron).

4. Metabolisme tambahan akibat pengaruh epineprine, norepineprine, dan rangsangan simpatis pada sel.

5. Metabolisme tambahan akibat peningkatan aktivitas kimiawi di dalam sel itu sendiri terutama bila temperatur menurun.

Berdasarkan distribusi suhu di dalam tubuh, dikenal suhu inti (core temperatur), yaitu suhu yang terdapat pada jaringan dalam, seperti kranial, toraks, rongga abdomen, dan rongga pelvis. Suhu ini biasanya dipertahankan relatif konstan (sekitar 37°C). selain itu, ada suhu permukaan (surface temperatur), yaitu suhu yang terdapat pada kulit, jaringan sub kutan, dan lemak. Suhu ini biasanya dapat berfluktuasi sebesar 20°C sampai 40°C (Begin, 2009).

Nilai standar untuk mengetahui batas normal suhu tubuh manusia dibagi menjadi empat yaitu :

  1. Hipotermi, bila suhu tubuh kurang dari 36°C
  2. Normal, bila suhu tubuh berkisar antara 36 – 37,5°C
  3. Febris / pireksia, bila suhu tubuh antara 37,5 – 40°C
  4. Hipertermi, bila suhu tubuh lebih dari 40°C

Suhu tubuh manusia diatur oleh sistem thermostat di dalam otak yang membantu suhu tubuh yang konstan antara 36,5oC dan 37,5oC. Suhu tubuh normal manusia akan bervariasi dalam sehari. Seperti ketika tidur, maka suhu tubuh kita akan lebih rendah dibanding saat kita sedang bangun atau dalam aktivitas. Dan pengukuran yang diambil dengan berlainan posisi tubuh juga akan memberikan hasil yang berbeda. Pemeriksaan suhu akan memberikan tanda suhu inti yang secara ketat dikontrol karena dapat dipengaruhi oleh reaksi kimiawi. Pemeriksaan suhu tubuh dapat dilakukan di beberapa tempat yaitu ketiak, mulut, dan anus. Pengambilan suhu di bawah lidah (dalam mulut) normal sekitar 37oC, sedang diantara lengan (ketiak) sekitar 36,5oC sedang di rectum (anus) sekitar 37,5oC (Ronald,2010).

Di tempat dingin, pembentukan panas bertambah dan pengeluaran panas berkurang, namun sebaliknya di tempat panas, pengeluaran panas akan ditingkatkan. Panas yang hilang ke lingkungan melalui radiasi dan konduksi konveksi sangat ditentukan oleh perbedaan suhu antara kulit dan lingkungan eksternal. Pada anak berumur kurang dari dua tahun sebaiknya dilakukan pengukuran suhu rektal (dubur). Pada pengukuran melalui rektal, termometer dimasukkan sedalam 2-3 cm, bokong dijepit agar tertutup dan lama pengukuran suhu tiga menit. Pengukuran suhu ketiak juga dapat dilakukan namun waktunya agak lama, sekitar lima menit. Pada saat pengukuran tentukan bahwa ujung termometer berada tepat dipuncak ketiak, suhu ketiak biasanya lebih rendah 0,5-1°C dari suhu rektal. Suhu rata-rata rongga mulut orang tua lebih rendah daripada orang muda, tetapi suhu duburnya sama. Padahal suhu anus biasanya lebih tinggi daripada suhu rongga mulut. Perbedaan ini sangat bervariasi. Pada orang muda, suhu lubang keluaran itu rata-rata 0,56°C lebih tinggi daripada suhu rongga mulut. Suhu tubuh manusia mengalami fluktuasi sebesar 0,5 – 0,7°C, suhu terendah pada malam hari dan suhu tertinggi pada siang hari. (Fadilah, 2009).

Makanan yang masuk ke dalam tubuh memengaruhi proses metabolisme sel tubuh. Proses tersebut bisa berlangsung cepat jika makanan yang masuk tergolong merangsang. Misalnya, makanan pedas atau makanan bersuhu tinggi. Jika proses metabolisme sel tubuh berlangsung cepat, suhu tubuh meningkat. Sitokin (salah satu protein) pun terpicu muncul. Salah satu bahan yang tergolong sitokin adalah kalikrein. Bahan itu berpengaruh terhadap pelebaran pembuluh darah yang menuju kelenjar keringat di kulit. Dampaknya, keringat pun mengucur keluar. Keringat merupakan mekanisme tubuh untuk mendinginkan diri. Ketika kita melepaskan cairan melalui pori-pori tubuh, maka cairan itu akan menguap. Keseluruhan proses itu menurunkan suhu tubuh. (Ronald, 2010).

Mekanisme tubuh ketika suhu tubuh meningkat yaitu :

a. Vasodilatasi

Vasodilatasi pembuluh darah perifer hampir dilakukan pada semua area tubuh. Vasodilatasi ini disebabkan oleh hambatan dari pusat simpatis pada hipotalamus posterior yang menyebabkan vasokontriksi sehingga terjadi vasodilatasi yang kuat pada kulit, yang memungkinkan percepatan pemindahan panas dari tubuh ke kulit hingga delapan kali lipat lebih banyak.

b. Berkeringat

Pengeluaran keringat melalui kulit terjadi sebagai efek peningkatan suhu yang melewati batas kritis, yaitu 37°C. pengeluaran keringat menyebabkan peningkatan pengeluaran panas melalui evaporasi. Peningkatan suhu tubuh sebesar 1°C akan menyebabkan pengeluaran keringat yang cukup banyak sehingga mampu membuang panas tubuh yang dihasilkan dari metabolisme basal 10 kali lebih besar. Pengeluaran keringat merupakan salh satu mekanisme tubuh ketika suhu meningkat melampaui ambang kritis. Pengeluaran keringat dirangsang oleh pengeluaran impuls di area preoptik anterior hipotalamus melalui jaras saraf simpatis ke seluruh kulit tubuh kemudian menyebabkan rangsangan pada saraf kolinergic kelenjar keringat, yang merangsang produksi keringat. Kelenjar keringat juga dapat mengeluarkan keringat karena rangsangan dari epinefrin dan norefineprin.

c. Penurunan pembentukan panas

Beberapa mekanisme pembentukan panas, seperti termogenesis kimia dan menggigil dihambat dengan kuat (Begin, 2009).

Mekanisme tubuh ketika suhu tubuh menurun, yaitu :

a. Vasokontriksi kulit di seluruh tubuh

Vasokontriksi terjadi karena rangsangan pada pusat simpatis hipotalamus posterior.

b. Piloereksi

Rangsangan simpatis menyebabkan otot erektor pili yang melekat pada folikel rambut berdiri. Mekanisme ini tidak penting pada manusia, tetapi pada binatang tingkat rendah, berdirinya bulu ini akan berfungsi sebagai isolator panas terhadap lingkungan.

c. Peningkatan pembentukan panas

Pembentukan panas oleh sistem metabolisme meningkat melalui mekanisme menggigil, pembentukan panas akibat rangsangan simpatis, serta peningkatan sekresi tiroksin (Begin, 2009).

Pemeriksaan suhu digunakan untuk menilai kondisi metabolisme di dalam tubuh, dimana

tubuh menghasilkan panas secara kimiawi melalui metabolisme. Keseimbangan suhu tubuh diatur oleh hipotalamus. Apabila suhu tubuh meningkat lebih dari titik tetap, hipotalamus akan merangsang untuk melakukan serangkaian mekanisme untuk mempertahankan suhu dengan cara menurunkan produksi panas dan meningkatkan pengeluaran panas sehingga suhu kembali pada titik tetap. Upaya-upaya yang kita dilakukan untuk menurunkan suhu tubuh yaitu mengenakan pakaian yang tipis, banyak minum, banyak istirahat, beri kompres, beri obat penurun panas. Ada beberapa teknik dalam memberikan kompres dalam upaya menurunkan suhu tubuh antara lain kompres hangat basah, kompres hangat kering (buli-buli), kompres dingin basah, kompres dingin kering (kirbat es), bantal dan selimut listrik, lampu penyinaran, busur panas Produksi panas dalam tubuh manusia diakibatkan oleh:

  1. Metabolisme: metabolisme basal menghasilkan panas yang diproduksi tubuh saat istirahat.
  2. Gerakan volunter: aktivitas otot selama latihan membutuhkan tambahan energi
  3. Menggigil: respon tubuh terhadap suhu yang berbeda dalam tubuh (Dabalok, 2010).

Berbagai cara hilangnya panas dari tubuh adalah sebagai berikut :

  1. Radiasi

Kehilangan panas dengan cara radiasi dalam bentuk sinar panas inframerah, suatu jenis gelombang elektromagnetik yang beradiasi dari tubuh ke sekelilingnya yang lebih dingin daripada tubuhnya sendiri. Kehilangan ini meningkat bila suhu sekelilingnya menurun.

  1. Konduksi

Merupakan bagian kehilangan panas tubuh yang dapat diukur bahkan dalam keadaan normal. Pergerakan udara pada ruangan untuk meningkatkan pembuangan panas tubuh ke lingkungan disekitarnya.

  1. Konveksi

Pergerakan udara pada ruangan untuk meningkatkan pembuangan panas tubuh ke lingkungan disekitarnya

  1. Evaporasi

Penguapan air dari permukaan tubuh dapat menghilangkan 0,58 kal/gram air yang menguap (Wulangi, 1993).

Faktor yang mempengaruhi suhu tubuh, yaitu :

1. Kecepatan metabolisme basal

Kecepatan metabolisme basal tiap individu berbeda-beda. Hal ini memberi dampak jumlah panas yang diproduksi tubuh menjadi berbeda pula. Sebagaimana disebutkan pada uraian sebelumnya, sangat terkait dengan laju metabolisme.

2. Rangsangan saraf simpatis

Rangsangan saraf simpatis dapat menyebabkan kecepatan metabolisme menjadi 100% lebih cepat. Disamping itu, rangsangan saraf simpatis dapat mencegah lemak coklat yang tertimbun dalam jaringan untuk dimetabolisme. Hamper seluruh metabolisme lemak coklat adalah produksi panas. Umumnya, rangsangan saraf simpatis ini dipengaruhi stress individu yang menyebabkan peningkatan produksi epineprin dan norepineprin yang meningkatkan metabolisme.

3. Hormon pertumbuhan

Hormon pertumbuhan ( growth hormone ) dapat menyebabkan peningkatan kecepatan metabolisme sebesar 15-20%. Akibatnya, produksi panas tubuh juga meningkat.

4. Hormone tiroid

Fungsi tiroksin adalah meningkatkan aktivitas hamper semua reaksi kimia dalam tubuh sehingga peningkatan kadar tiroksin dapat mempengaruhi laju metabolisme menjadi 50-100% diatas normal.

5. Hormon kelamin

Hormon kelamin pria dapat meningkatkan kecepatan metabolisme basal kira-kira 10-15% kecepatan normal, menyebabkan peningkatan produksi panas. Pada perempuan, fluktuasi suhu lebih bervariasi dari pada laki-laki karena pengeluaran hormone progesterone pada masa ovulasi meningkatkan suhu tubuh sekitar 0,3 – 0,6°C di atas suhu basal.

6. Demam ( peradangan )

Proses peradangan dan demam dapat menyebabkan peningkatan metabolisme sebesar 120% untuk tiap peningkatan suhu 10°C.

7. Status gizi

Malnutrisi yang cukup lama dapat menurunkan kecepatan metabolisme 20 – 30%. Hal ini terjadi karena di dalam sel tidak ada zat makanan yang dibutuhkan untuk mengadakan metabolisme. Dengan demikian, orang yang mengalami mal nutrisi mudah mengalami penurunan suhu tubuh (hipotermia). Selain itu, individu dengan lapisan lemak tebal cenderung tidak mudah mengalami hipotermia karena lemak merupakan isolator yang cukup baik, dalam arti lemak menyalurkan panas dengan kecepatan sepertiga kecepatan jaringan yang lain.

8. Aktivitas

Aktivitas selain merangsang peningkatan laju metabolisme, mengakibatkan gesekan antar komponen otot / organ yang menghasilkan energi termal. Latihan (aktivitas) dapat meningkatkan suhu tubuh hingga 38,3 – 40,0 °C.

9. Gangguan organ

Kerusakan organ seperti trauma atau keganasan pada hipotalamus, dapat menyebabkan mekanisme regulasi suhu tubuh mengalami gangguan. Berbagai zat pirogen yang dikeluarkan pada saai terjadi infeksi dapat merangsang peningkatan suhu tubuh. Kelainan kulit berupa jumlah kelenjar keringat yang sedikit juga dapat menyebabkan mekanisme pengaturan suhu tubuh terganggu.

10. Lingkungan

Suhu tubuh dapat mengalami pertukaran dengan lingkungan, artinya panas tubuh dapat hilang atau berkurang akibat lingkungan yang lebih dingin. Begitu juga sebaliknya, lingkungan dapat mempengaruhi suhu tubuh manusia. Perpindahan suhu antara manusia dan lingkungan terjadi sebagian besar melalui kulit (Ronald, 2010).

Suhu tubuh akan terganggu akibat:

1. Demam: mekanisme pengeluran panas tidak mampu mengimbangi produksi panas. Demam terjadi karena perubahan set point hipotalamus

2. Kelelahan akibat panas: terjadi apabila diaforesis yang banyak mengakibatkan kehilangan cairan dan elektrolit secara berlebih.

3. Hipertermia: peningkatan suhu tubuh sehubungan dengan ketidakmampuan tubuh untuk mengeluarkan panas.

4. Heat stroke: terpapar oleh panas dalam jangka yang cukup lama.

5. Hipotermia: pengeluaran panas akibat terpapar suhu dingin.

Pengukuran suhu dapat dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Secara kualitatif, kita dapat mengetahui bahwa suhu adalah sensasi dingin atau hangatnya sebuah benda yang dirasakan ketika menyentuhnya. Secara kuantitatif, kita dapat mengetahuinya dengan menggunakan termometer. Termometer klinis digunakan untuk mendiaknosa penyakit dan bisanya diisi dengan raksa atau alkhohol. Termometer ini mempunyai lekukan sempit diatas wadahnya yang berfungsi untuk menjaga supaya suhu yang ditunjukkan setelah pengukuran tidak berubah setelah termometer diangkat dari badan pasien. Skala pada termometer ini antara 35°C sampai 42°C. Prinsip yang digunakan adalah pemuaian zat cair ketika terjadi peningkatan suhu benda. Ada dua bahan yang digunakan sebagai pengisi termometer yaitu alkohol dan raksa. Namun dibandingkan alkohol, raksa lebih sering digunakan sebagai pengisi termometer karena raksa mempunyai keunggulan diantaranya sebagai penghantar panas yang baik, pemuaiannya teratur, titik didihnya tinggi, warnanya mengkilap, dan tidak membasahi dinding (Purnomo, 2008).

Berdasarkan percobaan yang dilakukan, pada saat suhu diukur dengan kondisi mulut tertutup selama 10 menit, suhu tubuh probandus pria adalah 37,3°C dan pada probandus wanita 37,2°C. Pada kondisi mulut terbuka selama 5 menit, probandus pria memiliki suhu tubuh 36,9°C dan probandus wanita memiliki suhu tubuh 37,1°C. Hal ini menunjukkan, lingkugan mempengaruhi suhu tubuh manusia. Ketika termometer diletakkan pada fossa axilaris (ketiak) selama 5 menit, suhu pada probandus pria adalah 36,5°C dan suhu tubuh probandus wanita 36,1°C. Setelah probandus berkumur dengan air es selama 5 menit, suhu tubuh probandus pria 36,3°C dan suhu tubuh probandus wanita 36,2°C. Dari data tersebut dapat dilihat bahwa suhu tubuh probandus pria lebih tinggi dari suhu tubuh probandus wanita.  Kisaran suhu tubuh probandus adalah 36,1oC-37,2°C. Ini merupakan suhu tubuh manusia normal.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil percobaan di atas, dapat disimpulkan bahwa :

  1. Suhu tubuh manusia normal adalah 37°C.
  2. Pada kondisi mulut tertutup selama 10 menit, suhu tubuh probandus pria adalah 37,3°C dan pada probandus wanita 37,2°C.
  3. Pada kondisi mulut terbuka selama 5 menit, probandus pria memiliki suhu tubuh 36,9°C dan probandus wanita memiliki suhu tubuh 37,1°C .
  4. Ketika termometer diletakkan pada fossa axilaris (ketiak) selama 5 menit, suhu pada probandus pria adalah 36,5°C dan suhu tubuh probandus wanita 36,1°C.
    1. Setelah probandus berkumur dengan air es selama 10 menit, suhu tubuh probandus pria 36,3°C dan suhu tubuh probandus wanita 36,2°C.
    2. Prinsip kerja termometer adalah pemuaian zat cair ketika terjadi peningkatan suhu benda.
    3. Faktor-faktor yang mempegaruhi suhu tubuh manusia adalah kecepatan metabolisme basal, rangsangan saraf simpatis, hormon pertumbuhan, hormon tiroid, hormon kelamin, demam, status gizi, aktivitas, gangguan organ, dan lingkungan.

DAFTAR PUSTAKA

Begin, N. 2009. Regulasi Suhu Tubuh. http://nursingbegin.com. 11 November 2010
Dabalok, R. L. 2010. Suhu Tubuh Manusia. http://www.perawatcerdas.co.cc. 11 November 2010.
Fadilah, H. 2009. Keliru, Kompres Anak Demam dengan Air Es atau Alkohol http://203.130.198.30/artikel/1672.shtml. 11 November 2010.
Purnomo, S. 2008. Suhu. http://sidikpurnomo.net. 11 November 2010.
Ronald, 2010. Kenapa suhu tubuh turun naik, temukan jawabannya disini. http://naldich.blogspot.com. 11 November 2010.
Wulangi, K. S., 1993, Prinsip – Prinsip Fisiologi Hewan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s