Penentuan Masa Pembekuan

Hemostasis merupakan pristiwa penghentian perdarahan akibat putusnya atau robeknya pembuluh darah, sedangkan thrombosis terjadi ketika endothelium yang melapisi pembuluh darah rusak atau hilang. Proses ini mencakup pembekuan darah (koagulasi ) dan melibatkan pembuluh darah, agregasi trombosit serta protein plasma baik yang menyebabkan pembekuan maupun yang melarutkan bekuan. Banyak tes yang dilakukan untuk mengembangkan diagnosa kelainan pembekuan. Kelainan pembekuan dapat diakibatkan oleh kelainan bawaan maupun akibat kesalahan penanganan atau tindakan dokter. Darah normal membeku dalam 4 – 8 menit. Penderita yang diobati dengan heparin dapat memilki masa pembekuan darah yang panjang. Heparin merupakan anti koagulan injeksi yang bekerja dengan cara mengikat anti trombin dimana menghasilkan peningkatan yang sangat besar pada aktivitas anti thrombin atau menghambat perubahan fibrinogen menjadi fibrin. Waktu koagulasi adalah saat mulai keluarnya tetesan darah pertama sampai mulai terlihat benang – benang fibrin pada tetes kedua (Aida, 2006).

Reaksi utama yang terjadi pada pembekuan darah adalah perubahan fibrinogen menjadi fibrin yang dipengaruhi oleh enzim trombin.Dalam darah trombin terdapat dalam bentuk protrombin. Pengaktifan protrombin dipengaruhi oleh ion kalsium (Ca++), faktor dari jaringan yang terluka, trombosit yang pecah, dan komponen darah itu sendiri.

Prosesnya :

1.Vasokonstriksi

Jika pembuluh darah terpotong , trombosit yg rusak akan melepas serotonin dan tromboksan A2 (prostaglandin) yg menyebabkan otot polos dan pembuluh darah berkonstriksi

2. Plug trombosit

a. Trombosit membengkak mjd lengket dan menempel pd serabut kolagen pembulah darah yg rusak mbtk plug trombosit

b. Trombosit melepas ADP untuk mengaktivasi trombosit lain shg menyebabkan agregasi trombosit untuk memperkuat plug

3. Pembentukan pembekuan darah

a. Mekanisme ekstrinsik

  • Jaringan yg rusak melepas tromboplastin yg akan mengaktivasi protrombin mjd trombin dgn bantuan ion kalsium
  • Trombin merubah fibrinogen mjd fibrin benang-benang fibrin mbtk bekuan atau jaring-jaring fibrin
  1. Mekanisme instrinsik : yang dilakukan oleh 12 faktor di bawah.

(Nani, 2009)

Diagramnya pembekuan darah adalah sebagai berikut :

Trombosit pecah                          tromboplastin

Ion Ca++

Protrombin                                 trombin

Vitamin K

Fibrinogen                          fibrin

Waktu Koagulasi adalah waktu darah mulai keluar hingga tampaknya benang-benang fibrin. Faktor yang diperlukan dalam penggumpalan darah adalah garam kalsium sel yang luka yang membebaskan trombokinase, trombin dan protrombin dan fibrin yang terbentuk dari fibrinogen. Mekanisme pembekuan darah adalah sebagai berikut, trombosit meninggalkan pembuluh darah dan pecah maka mengeluarkan tromboplastin. Bersama-sama dengan ion Ca tromboplastin mengaktifkan protrombin menjadi trombin. (Dsyoghi, 2010)

Trombin adalah enzim yang mengubah fibrinogen menjadi fibrin. Fibrin ini berfungsi menjaring sel-sel darah merah menjadi gel atau menggumpal. Kisaran waktu terjadinya koagulasi darah adalah 15 detik sampai 2 menit dan umumnya akan berakhir dalam 5 menit. Gumpalan darah normal akan mengkerlit menjadi sekitar 40% dari volume semula dalam waktu 24 jam. Koagulasi dapat dicegah dengan menambahkan antikoagulan yaitu suatu zat atau obat yang digunakan untuk mencegah pembekuan darah dengan jalan menghambat pembentukan atau menghambat fungsi beberapa faktor pembekuan darah. Atas dasar inilah antikoagulan diperlukan untuk mencegah terbentuk dan meluasnya trombus dan emboli, maupun untuk mencegah bekunya darah diluar tubuh pada pemeriksaan laboratorium atau tranfusi. (Dsyoghi, 2010)

Faktor-faktor yang terlibat dalam proses koagulasi :

  • Faktor I (fibrinogen) : fibrinogen adalah protein yang larut dengan berat molekul sebesar 330.000. Dengan pengaruh trombin, fibrinogen diubah menjadi fibrin. Bila tak ada fibrinogen maka pembekuan darah tidak akan terjadi (afibrinogenemia).
  • Faktor II (protrombin) : protrombin merupakan bentuk tak aktif dari trombin yang dibuat dalam hati. Pembentukan trombin dipengaruhi oleh vitamin K. Perubahan protrombin menjadi trombin dipengaruhi oleh protrombin aktifator.
  • Faktor III (faktor jaringan, ekstrak jaringan, tromboplastin) : faktor jaringan mengubah protrombin menjadi trombin, selain itu juga dipengaruhi oleh faktor V, faktor VII, faktor X, ion kalsium dan fosfolipida.
  • Faktor IV (ion kalsium = Ca++) : dibutuhkan untuk pembentukan aktifator protrombin dan fibrin.
  • Faktor V (faktor labil) : diperlukan untuk mengubah protrombin menjadi trombin dengan pengaruh faktor jaringan atau faktor plasma. Faktor V terus dikonsumsi selama proses pembekuan darah
  • Faktor VI (faktor stabil,otoprotrombin I) : diperlukan untuk pembentukan aktifator protrombin oleh ekstrak jaringan. Selama pembekuan tidak dikonsumsi, karena itu selalu terdapat di dalam plasma darah.
  • Faktor VII (faktor antihemofilia, globulin antihemofilia) : diperlukan untuk pembentukan aktifator protrombin dari komponen-komponen darah. Hemofilia umumnya disebabkan karena tidak ada faktor VII dalam darah.
  • Faktor VIII (faktor christmas, otoprotrombin II) : diperlukan untuk pembentukan aktifator protrombin dari komponen-komponen darah. Faktor VIII terdapat dalam plasma dan diaktifkan selama pembekuan sehingga aktifitasnya dalam serum lebih tinggi dari pada dalam plasma. Kekurangan faktor VIII menyebabkan pendarahan yang keadaannya sama dengan hemofilia.
  • Faktor IX : ( faktor Stuart-Prower) : terdapat dalam plasma darah dan serum. Jika kekuranngan faktor IX akan mengakibatkan pendarahan.
  • Faktor X : kekurangan faktor X akan menimbulkan pendarahan.
  • Faktor XI (faktor Hageman) : mempunyai peranan dalam pebentukan aktifator protrombin dari komponen darah. Kekurangan faktor XI dapat menyebabkan pembekuan darah berlangsung lambat, tapi tidak menunjukkan adanya pendarahan.
  • Faktor XII (faktor penstabil fibrin) : merupakan protein plasma yang dapat menyebabkan polimerisasi fibrin yang larut menjadi fibrin yang tak larut. Kekurangan faktor XII akan menimbulkan pendarahan. (Aida 2005)

Faktor-faktor yang mempercepat koagulasi :

  1. Pemanasan : pada suhu 37°C darah akan lebih cepat membeku dari pada suhu di bawahnya.
  1. Pengocokan : bila darah dikocok pelan-pelan maka koagulasi akan dipercepat, bila dikocok keras jaringan fibrin akan peah dan koagulasi melambat.
  2. Luas permukaan kontak : koagulasi akan cepat dengan penambahan luas permukaan kontak. Hal ini dapat dilakukan dengan jalan memasukkan kasa atau kapas ke dalam larutan darah.
  3. Larutan hemostatik (Aida, 2005)

Penyakit-penyakit yang disebabkan oleh kelainan darah, yaitu :

  1. Anemia / Penyakit Kurang Darah

Anemia adalah suatu kondisi di mana tubuh kita kekurangan darah akibat kurangnya kandungan hemoglobin dalam darah. Akibatnya tubuh akan kekurangan oksigen dan berasa lemas karena hemoglobin bertugas mengikat oksigen untuk disebarkan ke seluruh badan.

  1. Hemofili / Hemofilia / Penyakit Darah Sulit Beku

Hemofilia adalah suatu penyakit atau kelainan pada darah yang sukar membeku jika terjadi luka. Hemofili merupakan penyakit turunan.

  1. Penyakit Kuning Bayi

Penyakit kuning pada anak bayi adalah kelainan akibat adanya gangguan kerusakan sel-sel darah oleh aglutinin sang ibu.

  1. Leukimia / Penyakit Kanker Darah

Leukimia adalah penyakit yang mengakibatkan produksi sel darah putih tidak terkontrol pada sistem transportasi. (Anonim, 2008)

  1. Trombositopenia

Trombositopenia berarti trombosit dalam sistem sirkulasi jumlahnay sedikit sekali. penderita trombosipenia cenderung mengalami perdarahan seperti halnya hempofilia, bedanya ialah perdarahannya biasabya bersal dari kapiler-kapiler kecil, bukan dari pembuluh yang lebih besar seperti pada hemofilia. sebagai akibatnya timbul bintik-bintik perdarahan di seluruh jaringan tubuh.Kulit penderita menampakan bercak-bercak kecil berwarna ungu.

  1. Penyakit Chrismas

Penyakit ini (defisiensi IX/faktor chrismas) namanya didapatkan dari keluarga yang disembuhkan. gambaran klinisnya mirip dengan hemofilia ringan yaitu hanya mengalami perdarahan hebat setelah cedera, cabut gigi atau operasi pembedahan.

  1. Penyakit Van Willebrand’s

Penyakit Van Willebrand’s diturunkan tetapi tidak terkait seks. Ada kombinasi dari dua kesalahan yaitu kelainan kapiler dan kelainan koagulasi yang menimbulkan defisiensi ringan pada faktor VIII. sepertinya sebagian faktor terdapat pada keduanya darah normal dan hemofili yang hilang pada pasien dengan penyakit Van Willebrand’s. Mungkin terjadi perdarahan tali pusat pada saat kelahiran, perdarahan di dalam persendian jarang. (Puzzy, 2009)

  1. Trombositosis

Peningkatan jumlah trombosit di atas 400.000/mm3. Trombositosis dibagi menjadi dua yaitu:

  1. Trombositosis primer

Terlihat pada gangguan mieloproliferatif seperi plosistemia vena atau leukemia grunulomasitik kronik dimana bersama kelompok sel lainnya mengalami poliferasi abnormal sel megakariosit dalam sumsum tulang.

  1. Trombositosis sekunder

Terjadi akibat stress atau kerja fisik disertai pengeluaran trombosit dari pool cadangan ( dari limpa) atau saat terjadinya peningkatan permintaan sumsum tulang seperti pada pendarahan atau pada anemia hemolitik. (Anonim, 2009)

  1. Talasemia

Talasemia adalah penyakit yang disebabkan oleh salah satu gen-nya bermutasi akibat “tertutup” sehingga fungsinya terganggu. Gen yang bermutasi ternyata merupakan gen yang bertanggung jawab membentuk rantai globin yang merupakan bagian penting dari hemoglobin yang merupakan isi sel darah merah. Akibatnya sel darah merah tidak berfungsi baik dan berumur pendek.

  1.  Anemia aplastik

Anemia aplastik adalah penyakit kelainan darah yang ditandai berkurangnya produksi semua sel darah. Gejalanya anak akan pucat sekali, sering berdarah, dan sering sakit. (Noviat, 2009).

Tabel Hasil Penentuan Masa Pembekuan

probandus

♂/ ♀

30 detik

1 2 3 4 5 6 7 8

1

+

2

+

3

+

4

+

Dari hasil percobaan, pembekuan darah dari setiap probandus ada yang sam dan ada juga yang berbeda. Pada probandus I, II, dan III waktu pembekuan pada tetesan darah adalah pada 30 detik ke-5 atau sekitar 2,5 menit.  Sedangkan pada probandus IV, waktu pembekuan darahnya pada 30 detik ke-8 atau sekitar 4 menit. Dari keempat probandus tersebut, yang memiliki pembekuan darah paling normal adalah probandus keempat karena sesuai teori darah normal akan membeku dalam waktu 4-8 menit. Sedangkan ketiga probandus lainnya kecepatan pembekuan darahnya mungkin dipengaruhi oleh kesalahan dalam melakukan percobaan seperti kurang dalamnya menusuk jari probandus sehingga darah yang mengalir keluarpun hanya sedikit. Karena itu, waktu pembekuan darahnya akan semakin cepat bila dibandingkan waktu pembekuan darah normal.

DAFTAR PUSTAKA

Aida, Yuniarti, 2005, Fisiologi Hewan, Fakultas Biologi UAJY, Yogyakarta.
Aida, Yuniarti, 2006, Petunjuk Praktikum Fisiologi Hewan, Fakultas Biologi UAJY, Yogyakarta.
Anonim, 2008. Jenis/Macam Kelainan & Penyakit Sistem Transportasi Darah Pada Tubuh Manusia. http://organisasi.org, 26 September 2010.
Anonim, 2009. Gangguan Pembekuan Darah (Koagulasi). http://imgreatdoctor.wordpress.com, 26 September 2010.
Dsyoghi, 2010. Waktu Koagulasi dan Waktu Pendarahan. http://dsyoghi.wordpress.com, 26 September 2010.
Nani, 2009, Fisiologi Darah, http://nhnisy.blogspot.com/, 26 September 2010.
Noviat, 2009. Alternatif lain selain cangkok sumsum tulang untuk terapi bagi berbagai penyakit kelainan darah seperti thalasemia atau pun leukemia. http://ebookfkunsyiah.wordpress.com, 26 September 2010.
Puzzy, The Agra. 2009. Pemeriksaan Koagulasi. http://agrapuzzy-perfect.blogspot.com, 26 September 2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s