Keamanan Zat

Uji toksisitas akut adalah salah satu uji pra-klinik. Uji ini dirancang untuk mengukur derajat efek toksik suatu senyawa yang terjadi dalam waktu singkat, yaitu 24 jam setelah pemberiannya dalam dosis tunggal. Tolak ukur kuantitatif yang paling sering digunakan untuk menyatakan kisaran dosis letal atau toksik adalah dosis letal tengah (LD50). Terdapat 3 metode yang paling sering digunakan untuk menghitung harga LD50 yaitu metode grafik Lithfield & Wilcoxon, metode kertas grafik probit logaritma Miller dan Tainter, dan metode rata – rata bergerak Thompson-Weil yang didasarkan pada kekerabatan antara peringkat dosis dan % hewan yang menunjukan respon. Sedangkan data kualitatif yang diperoleh meliputi penampakan klinis, morfologis, reaksi fisiologis, dan mekanisme efek toksik (Utomo, 2008).

LD50 (lethal dose 50) menunjukkan dosis dalam miligram tiap kilogram berat badan yang miligram tiap kilogram berat badan yang mengakibatkan kematian setengah (50%) dari mengakibatkan kematian setengah (50%) dari populasi binatang percobaan pada waktu tertentu.populasi binatang percobaan pada waktu tertentu. Bila tidak terdapat kematian pada dosis tertentu yang diberikan maka disebut LD0. Beberapa pendapat menyatakan tidak setuju, bahwa LD50 masih dapat digunakan untuk uji toksisitas akut. Namun demikian, ada juga beberapa kalangan yang masih setuju,bahwa LD50 masih dapat digunakan untuk uji toksisitas akut dengan pertimbangan antara lain :

  1. Jika lakukan dengan baik, uji toksisitas akut tidak hanya mengukur LD50, tetapi juga memberikan informasi tentang waktu kematian, penyebab kematian, gejala – gejala sebelum kematian, organ yang terkena efek, dan kemampuan pemulihan dari efek nonlethal.
  2. Hasil uji ini dapat digunakan untuk pertimbangan pemilihan design penelitian subakut.
  3. Hasil uji ini dapat langsung digunakan sebagai perkiraan risiko suatu senyawa terhadap konsumen atau pasien.
  4. Uji LD50 tidak membutuhkan waktu yang lama.

(Koeman, 1987).

Hasil dari uji LD50 yang harus dilaporkan selain jumlah hewan yang mati, juga harus disebutkan durasi pengamatan. Bila pengamatan dilakukan dalam 24 jam setelah perlakuan, maka hasilnya tertulis “LD50 24 jam”. Namun seiring perkembangan, hal ini sudah tidak diperhatikan lagi, karena pada umumnya tes LD50 dilakukan dalam 24 jam pertama sehingga penulisan hasil tes “LD50” saja sudah cukup untuk mewakili tes LD50 yang diamati dalam 24 jam (Koeman, 1987).

Tabel 1. Pengaruh alkohol 60% terhadap kematian mencit

Jam ke-

Reaksi Fisiologis

15.00

Lemas, diam, ada yang aktif

16.00

Lemas, diam, tidur, mata sayu, nafas tersendat

08.00

Lemas, diam, masi bisa berpindah, mata sayu, nafas tersendat dan mengeluarkan bunyi seperti asma, bulu berdiri, refleks masih baik

10.00

Lemas, diam, tidur, mata sayu, nafas tersendat, perut membesar

12.00

Lemas, diam, tidur, mata sayu, nafas tersendat

14.00

2 aktif dan sehat, nafsu makan baik, 1 mengantuk dan cegukan

Tabel 2. Pengaruh alkohol 60% terhadap kematian mencit

Jam ke- Jumlah Kematian

15.00

1

16.00

2

08.00

3

10.00

3

12.00

3

14.00

3

Menurut Atmodjo (2009), ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi nilai LD50 antara lain spesies, strain, jenis kelamin, umur, berat badan, gender, kesehatan nutrisi, dan isi perut hewan coba. Teknis pemberian juga mempengaruhi hasil, antara lain waktu pemberian, suhu lingkungan, kelembaban, sirkulasi udara. Pada umumnya, semakin kecil nilai LD50, semakin toksik senyawa tersebut. Demikian juga sebaliknya, semakin besar nilai LD50, semakin rendah toksisitasnya. Potensi ketoksikan akut senyawa pada hewan coba dibagi menjadi beberapa kelas, adalah sebagai berikut :

No Kelas LD50 (mg/KgBB)
1 Luar biasa toksik 1 atau kurang
2 Sangat toksik 1 – 50
3 Cukup toksik 50 – 500
4 Sedikit toksik 500 – 5000
5 Praktis tidak toksik 5000 – 15000
6 Relatif kurang berbahaya lebih dari 15000

Berdasarkan hasil percobaan yang telah dilakukan, jumlah kematian mencit selama 24 jam dengan alcohol konsentrasi 60 % adalah 3 ekor, sedangkan 3 lainnya masih hidup dengan reaksi fisiologis yang sering ditimbulkan seperti lemas, diam, mata sayu, nafas tersendat dan righting refleksnya masih bagus. Bila dihitung dengan analisis probit menggunakan program SPSS diperoleh hasil pada tabel confident limits dengan nilai probability 0,500 diperoleh nilai estimatenya 69,808 sebagai LD50. Sedangkan untuk LD90 nilai probabilitynya 0,900 dengan nilai estimate yang diperoleh 85,079. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi nilai letal dosis suatu zat, tingkat kematian hewan percobaan semakin tinggi.

DAFTAR PUSTAKA

 Atmojo, D.D. 2009. Uji ToksisitasAkut Penentuan LD50 Ekstrak Valerian Valeriana officinalis) terhadap Mencit BAL B/C. http://eprints.undip.ac.id/7861/1/danang_Dwi_Atmodjo.pdf. 16 November 2011.
Koeman, J.H. 1987. Pengantar Umum Toksikologi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Utomo, A. W. 2008. Uji Toksisitas Akut Ekstrak Alkohol Daun Jati Belanda (Guazuma ulmifolia Lamk) pada Tikus Wistar. eprints.undip.ac.id/23952/1/Astika.pdf. 16 November 2011.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s