Color Reader

1.1.  Tujuan Praktikum : a. Mengetahui prinsip kerja color reader

b. Memahami cara pengukuran warna.

DASAR TEORI

Warna merupakan sebuah nama yang muncul atas segala aktivitas pada retina mata. Selain itu, warna adalah hal penting bagi berbagai macam makanan. Warna juga menunjukkan indikasi adanya perubahan kimia dalam makanan seperti misalnya browning karamelisasi. Untuk beberapa makanan cair yang jernih seperti minyak,warna merupakan refleksi dari cahaya (de Man,1999).

Panjang gelombang warna yang bisa ditangkap mata berkisar antara 380 – 780 nanometer dan panjang gelombang ini menentukan sifat warna. Warna juga berarti interpretasi otak dari campuran warna primer, yaitu merah, hijau dan biru dengan komposisi tertentu (Anonim, 2009).

Mata yang telah beradaptasi dengan cahaya memiliki sensitivitas maksimum sekitar 555 nanometer di wilayah kuning dari spektrum optik. Spektrum optik adalah bagian dari spektrum elektromagnetik yang tampak oleh mata manusia (Anonim, 2009).

Klasifikasi warna paling penting adalah sistem CIE(Commision International de l’eclairage). Sistem lain yang digunakan untuk mendiskripsikan warna makanan antara lain system Munsell,Hunter,Lovibond (de Man,1999).

Sistem Hunter merupakan salah satu system warna yang telah luas digunakan untuk kolorimetri makanan.Dalam system Hunter warna dibedakan menjadi 3 dimensi warna.Simbol a untuk dimensi kemerahan dan kehijauan.Simbol b untuk dimensi kekuningan dan kebiruan.Dimensi warna yang ketiga adalah L (Lightness) atau kecerahan.Nilai CIE dapat dikonversi menjadi nilai warna dalam system Hunter menjadi L,a,b.Begitu pula sebaliknya nilai L,a,b dapat dikonversi menjadi nilai CIE X%,Y,Z% (de man, 1999).

Warna dapat diukur secara modern dengan sebuah alat, yaitu color reader seri CR – 10. Instrumen ini terdiri atas ujung reseptor (A),sebuah layar dan 4 buah tombol. 3tombol adalah target,lab,Lch yang terletak dibawah layar pada sisi smaping alat.1 tombol terletak pada sisi atas alat yang berfungsi sebagai tombol start saat penembakan sampel(de Man,1999).

Sampel yang digunakan yaitu buah stroberi, jelly (okky jelly), dan biskuit Oops. Biskuit adalah produk makanan kecil yang renyah yang dibuat dengan cara dipanggang. Ciri-ciri dari biskuit diantaranya, renyah dan kering, bentuk umumnya kecil, tipis dan rata.

Stroberi adalah salah satu jenis buah yang memiliki rasa manis, segar yang sarat vitamin dan mineral. Aroma buah stroberi sangat harum, manis sekaligus segar karena itu buah ini sangat digemari. Bentuk buahnya ada yang kecil merah, kecil agak pucat hingga jenis manis yang besar berwarna merah menyala. Rasa manis segar buah strawberry ternyata memberi manfaat besar buat tubuh. Kandungan vitamin A, C, B, Kalsium, Posfat, dan Magnesium yang cukup besar untuk pemenuhan kebutuhan tubuh. Misalnya, kandungan vitamin sebesar 56.700 mg per 100 gram stroberi membuat buah ini sangat baik sebagai antioksidan, sekaligus penghambat tumbuhnya sel kanker dalam tubuh. Sementara kandungan lemak yang rendah, kolesterol rendah dan serat yang tinggi membuat strawberry sangat cocok dikonsumsi oleh mereka yang menderita diabetes atau ingin menurunkan berat badan.

Jelly merupakan produk yang dibuat dengan bahan utama hidrokoloid seperti agar-agar, karagenan, koniyaku, dan sumber-sumber lainnya. Berbagai jenis hidrokoloid tersebut, memiliki tekstur dan karakter yang berbeda-beda. Ada yang memiliki tekstur empuk, rapuh, kenyal, dan lain-lain.

METODE

3.1. Alat dan Bahan

3.1.1. Alat :

– Color reader

3.1.2. Bahan :

– Buah tomat

– Jelly (Okky Jelly)

– Lemonia cookies biskuit

 

3.2. Cara Kerja

Sampel berupa tomat, jelly dan biskuit disiapkan.

ê

Color reader dinyalakan menggunakan sistem L,a,b.

ê

Color reader dikalibrasi dan dipilih warna putih.

ê

Hasil kalibrasi disimpan.

ê

Ujung reseptor ditempelkan pada sampel sampai lampunya hidup.

ê

Hasil yang diperoleh dicatat.

ê

Pengukuran dilakukan sebanyak 3 kali pada masing-masing sampel.

ê

Nilai x dan y dicari.

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil

Tabel Hasil Color Reader

Sampel

L

a

b

x

y

% x % y % z
Stroberi

33,7

31,6

19,1

0,55

0,37

17,48 1,14 2,21
Jelly

26,8

3,8

11,9

0,43

0,40

6,66 0,72 2,6
Biskuit

70,4

11,5

40,9

0,47

0,44

95,82 4,96 8,43

 

4.2. Pembahasan

Color reader adalah alat pengukur warna yang didesain dengan tiga reseptor sehingga mampu membedakan warna akurat antara terang dan gelap. Pengukuran warna ini menggunakan color reader dengan seri CR-10, dengan ukuran dan lebar sinar 360g/12.7oz, gampang digunakan karena hanya menggunakan  satu tangan, dan perbedaan warna dalam bentuk delta (L,a,b), delta (E,a,b) atau delta (L,c,h), dapat beriluminasi 8/d. Menggunakan stander CIE D65, sumber energi berupa 4 batrai AA atau adapter AC-A12. Dapat mendeteksi dalam 10 detik dengan temperatur operasi 0-40°C. Ukrannya 59 x 158 x 85 mm. Beratnya 360 gr tanpa batrai. Casing standar CR-A68, cap pelindung CR-A72.

Prinsip kerja color reader adalah sistem pemaparan warna dengan menggunakan sistem CIE dengan tiga reseptor warna yaitu L, a, b Hunter. Lambang L menunjukkan tingkat kecerahan berdasarkan warna putih, lambang a menunjukkan kemerahan atau kehijauan, dan lambang b menunjukkan kekuningan atau kebiruan.

Komponen color reader terdiri dari :

  1. Reseptor : berfungsi sebagai tempat menempelnya sampel yang akan diuji warnanya yang akan membaca warna sampel tersebut.
  2. Penutup reseptor : berfungsi untuk menutup reseptor setelah digunakan.
  3. Tombol on/off : berfungsi untuk mengaktifkan dan menonaktifkan color reader.
  4. Tombol target : tombol ini ditekan saat sampel ditempelkan pada reseptor.
  5. Layar hasil : berfungsi sebagai tempat hasil pembacaan warna oleh reseptor.
  6. Tombol sistem L, a, b dan Lch : metode yang dipakai untuk pembacaan warna yang diingankan.

Cara kerja alat ini adalah ditempelkan pada sampel, yang akan diuji intensitas warnanya, kemudian tombol pengujian ditekan sampai berbunyi atau lampu menyala dan akan memunculkannya dalam bentuk angka dan kemudian diukur pada grafik untuk mengetahui spesifikasi warna.

Dari hasil percobaan diperoleh tingkat kecerahan dari sampel. Pada stroberi, L=33,7, a=31,6, b=19,1, dan dari perhitungan diperoleh x=0,55 dan y=0,37. Pada jelly, L=26,8, a=3,8, b=11,9 dan dari perhitungan diperoleh x=0,43 dan y=0,40. sedangkan biskuit, L=70,4, a=11,5, b=40,9 dan dari perhitungan diperoleh x=0,47 dan y=0,44. Jika x dan y dimasukkan dalam grafik, maka diperoleh warna stroberi adalah jingga kemerahan, warna jelly adalah putih dan warna biskuit adalah jingga kekuningan. Jika dilihat secara kasat mata, warna stoberi adalah merah, jelly putih, dan biskuit jingga kekuningan, sama seperti hasil yang didapat pada grafik.

KESIMPULAN

Berdasarkan percobaan yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa :

  1. Prinsip kerja color reader adalah dengan pemaparan warna yang menggunakan sistem CIE Hunter dengan L,a, b sebagai reseptor warnanya.
  2. Dari grafik, stroberi berwarna jingga kemerahan dengan x=0,55 dan y=0,37, biskuit berwarna jingga kekuningan dengan x=0,47 dan y=0,44, sedangkan jelly berwarna putih dengan x=0,43 dan y=0,40.
  3. Tingkat kecerahan paling tinggi terdapat pada stroberi, yang disusul dengan biskuit dan terakhir jelly.
  4. Pada stroberi % x = 17,48, % y = 1,14, % z = 2,21 ; pada jelly % x = 6,66, % y = 0,72, % z =2,6 ; dan pada biskuit % x = 95,82, % y = 4,96, % z = 8,4

DAFTAR PUSTAKA

 Anonim. 2009. Color reader-colorimeter(CR-10). http://www.made-in-china.com. 7 Oktober 2010.
Anonim. 2009. Spektrum Optik. www.wikipedia.com/spektrum-optk. 7 Oktober 2010.
de Man. J.M. 1999. Principles of Food Chemistry Third edition , An Aspen Publication. Gaithersburg.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s